Social Icons

Kamis, 04 Oktober 2012

Penyuluhan Kesehatan Masyarakat

1.        Penyuluhan Kesehatan Masyarakat
Penyuluhan kesehatan masyarakat adalah upaya memberdayakan individu, kelompok dan masyarakat untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatan, melalui peningkatan pengetahuan, kemauan dan kemampuan, serta mengembangkan suasana yang mendukung, yang dilakukan dari, oleh dan untuk masyarakat, sesuai dengan sosial budaya dan kondisi setempat (Depkes RI, 1999).
Penyuluhan kesehatan masyarakat rumah sakit adalah upaya penyuluhan kesehatan yang dilaksanakan di rumah sakit. Tujuannya agar individu, kelompok dan masyarakat di lingkungan rumah sakit tahu akan hidup sehat, mau dan mampu mempraktekkannya, serta mau dan mampu berpartisipasi dalam upaya kesehatan yang ada (Depkes RI, 1999).
Penyuluhan kesehatan masyarakat rumah sakit meliputi:
a.    Kelompok sasaran promosi kesehatan di rumah sakit terdiri dari :
     1) Sasaran primer (mitra langsung). Sasaran primer atau mitra langsung terutama adalah para pasien atau penderita yang sedang sakit dan dirawat di rumah sakit beserta keluarganya;
     2) Sasaran sekunder (mitra antara). Sasaran sekunder atau mitra antara adalah sasaran/ mitra yang mempunyai pengaruh, baik langsung maupun tidak langsung kepada sasaran primer, seperti petugas rumah sakit dan kelompok profesi;
3) Sasaran tersier (mitra penentu). Sasaran tersier atau mitra penentu adalah sasaran mitra yang mempunyai pengaruh dan dukungan besar, baik berupa dana, kebijakan maupun dukungan lainnya.  Sasaran tersier antara lain: direktur rumah sakit dan para pengambil keputusan. Peran yang diharapkan dari para mitra penentu adalah untuk memberikan dukungan kebijakan/ peraturan dan sumber daya termasuk dana, serta memberikan contoh perilaku hidup bersih dan sehat di rumah sakit (Depkes RI, 2004).


b.                  Strategi penyuluhan kesehatan
Strategi adalah cara untuk visi dan pelaksanaan misi, berdasarkan tujuan dan kebijakan yang ditetapkan. Strategi penyuluhan kesehatan di rumah sakit adalah sebagai berikut:
1) pendekatan pimpinan (advocacy). Strategi ini terutama ditujukan kepada para pimpinan atau pengambil keputusan, seperti Direktur rumah sakit, kepala bagian/ instalasi atau pejabat baik di tingkat pusat, propinsi maupun kabupaten/kota, yang secara fungsional maupun struktural membina rumah sakit. Tujuannya adalah agar para pemimpin atau pengambil keputusan mengupayakan kebijakan atau peraturan yang berorientasi sehat, serta memberikan dukungan kemudahan, pengayoman, dan bimbingan, berupa arahan atau peraturan tertulis, dukungan dana ataupun dukungan moril, termasuk memberikan katauladanan.

2) bina suasana/ dukungan sosial (social support). Strategi ini ditujukan kepada kelompok sasaran sekunder, seperti petugas kesehatan di rumah sakit, termasuk organisasi profesi kesehatan seperti ikatan dokter indonesia, persatuan perawat nasional indonesia, termasuk organisasi perumahsakitan, lembaga swadaya masyarakat yang peduli rumah sakit, para pembuat opini di masyarakat dan media massa. Tujuannya adalah agar kelompok ini dapat mengembangkan atau menciptakan suasana yang mendukung dilaksanakannya penyuluhan kesehatan di rumah sakit.

3) pemberdayaan masyarakat (empowerment). Strategi ini ditujukan kepada seluruh kelompok khususnya sasarn primer, meliputi baik penderita, keluarganya, masyarakat umum secara individu, kelompok maupun massa. Tujuannya agar kelompok sasaran meningkatkan pengetahuannya, kesadaran maupun kemempuannya sehingga dapat berperilaku positif dalam bidang kesehtan. Caranya dengan penyuluhan perorangan, penyuluhan kelompok, membuat gerakan perilaku hidup bersih dan sehat dengan melakukan kegiatan bersama untuk mempraktekkan perilaku hidup bersih dan sehat (Depkes RI, 1999).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

Sample Text